Alumni HMI vs Alumni GMNI Diperediksi Bertarung dalam Pilpres 2024

Pemilihan Presiden masih lama, masih sekitar dua tahun lagi, tetapi kehebohan sudah mengharu-biru dalam kancah politik nasional. Para Pengamat dan Lembaga Survey sudah ramai membicarakan siapa figure-figur yang layak dan mungkin bertarung memperebutkan suara rakyat dalam pemilihan langsung Presiden yang kelima kalinya dalam sejarah politik Indonesia.

Pilpres yang akan datang ini mempunyai makna dan posisi penting dan strategis. Yaitu untuk mencari pengganti Joko Widodo yang tifdak mungkin terpilih kembali. Konstitusi kita menyatakan bahwa jabatan Presiden hanya dua periode, setelah itu dia harus digantikan oleh orang lain.

Umumnya lembaga survey dan pengamat politik menempatkan empat atau lima nama besar yang kemungkinan bertarung, yaitu Prabowo Subianto, Anies R Baswedan, Ganjar Pranolo, Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono. Ini nama-nama unggulan.

Di samping itu ada namanya papan tengah seperti Airlangga Hartarto, Gatot Nurmantyo, Sandiaga Uno,  dan Yahya Cholil Staquf. Keempatnya memang masih berada di bawah kelima nama yang disebutkan pertama kali, tetapi siapa tahu nama mereka nanti akan menjulang ke atas.

Sedangkan nama-nama yang mengisi papan bawah juga ada beberapa orang, yang kemungkinan menangnya sangat kecil tetapi karena politik merupakan kancah yang ketidakpastiannya sangat tinggi dan bergerak cepat, mungkin saja mereka bisa mencuat juga ke atas. Nama-nama seperti Moeldoko, Khafifah Indarparawangsa, Ridwan Kamil Rizal Ramli dan Meneti Investasi saat ini Bahlil Lahadalia masuk juga dalam bursa yang dibicarakan.

Kita fokus saja pada lima nama yang disebut di posisi teratas. Prabowo merupakan nama yang paling senior saat ini dalam wacana Pilpres. Dia sudah tigakali turun ke gelanggang. Pertama dia ikut pada tahun 2009 sebagai wakil Megawati. Lalu dua kali (2014 dan 2019) bertarung sebagai Capres. Ketiganya berakhir dengan kekalahan.   

Energi dan ambisi bertarung untuk keempat kalinya sangat besar. Dia sudah mengumumkan bahwa dia akan ikut lagi pada 2024. Kelebihannya dia merupakan politisi yang paling senior. Kelebihan lainnya, dia punya partai yang kuat dan solid di bawah kontrol dan kendalinya. Kelemahannya adalah dia sudah mengecewakan pendukung setianya pada tahun 2019 ketika dia memutuskan ikut dalam kabinet  Jokowi. Padahal pertarungan keduanya telah membuat keterbelahan parah di tengah masyarakat hingga saat ini. Narasi Kampret dan Kadrun vis a vis Cebong dan Buzzer sampai sekarang terus meruyak parah hatta Pilresnya sudah lama usai.

Anies Rasyid Baswedan sekarang adalah Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Mempunyai nama harum sebagai orang tidak punya masalah. Dianggap berhasil menata Ibukota dalam lima  tahun kepemimpinannya. Dia juga dianggap sebagai representasi kelas menengah Islam kota tetapi hidup secara asketis. Tidak ada kasus korupsi yang bisa dicurigakan kepada dia.  Kelemahannya bahwa dia berdarah Arab, tidak sedikitpun  punya darah Jawa, sukubangsa yang merupakan  populasi terbesar pemilih Indonesia. Di samping itu, dia akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Gubernur pada Oktober tahun ini. Pemerintah Pusat memutuskan menunda Pilkada DKI hingga 2024, serempak dengan Pilpres. Ini ditengarai sebagai halangan baginya untuk menjadi Gubernur lagi pada 2022 dan menggunakan jabatan Gubernur itu, seperti di Jokowi tahun 2014, sebagai  batu lompatan bertarung ke Pilpres.

Kelemahan Aneis yang lain bahwa dia tidak punya partai, sedangkan dukugan partai mutlak diperlukan sebagai kendaraan untuk maju bertarung.

Ganjar Pranowo adalah Gubernur Tengah periode 2018-2023, dia sekarang berada di dalam periode kedua. Walaupun tidak ada prestasinya yang bisa dibanggakan sebagai Gubernur, toh dia adalah kepala daerah dengan penduduk terbanyak kedua dan tentu saja menyumbangkan suara yang banyak untuk dia. Kelemahannya dia tidak punya partai. Partainya PDIP nampaknya kurang berminat mencalonkannya  karena Puan Maharani, anak Ketua Umum Megawati. nampaknya akan ikut jadi kontestan juga.

Kelemahannya yang lain adalah dia disebut tersangkut korupsi E-KTP ketika menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR-RI. Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto bersaksi di Pengadilan bahwa Ganjar bersama Puan Maharani, waktu itu Ketua Fraksi PDIP DPR RI, menerima duit haram masing-masing sebesar 500.000 dolar AS (sekitar Rp 7 Milyar)  dari proyek hram tersebut.   

Puan Maharani adalah pangeran putri (princess) di PDIP. DIa anak Megawati, karena itu, posisinya sangat kuat sebagai calon yang dimajukan oleh partai banteng bermata merah itu. Dia pun sudah mensosialisasi dari dengan banyaknya baliho  di seluruh pelosok Indonesia. Isyu terdengar dia akan menjadi wakil Prabowo dalam koalisi Gerindra-PDIP.

Kelemahannya banyak. DIa dianggap sangat awam berpolitik, masih berada di bawah baying-bayang ibunya. Juga kememimpinnya di DPR pun digugat karena dia sering menggunakan tombol  mematikan mik untuk menghentikan anggota DPR RI berbicara di dalam rapat paripurna. Banyak pengamat menilai, tindakan Puan seperti itu menunjukkan sikap dan tingkah laku politik yang belum matang.

Agus Harimurti Yudhoyono adalah anak sulung dari Presiden RI Yudhonoyo (2014-2014). Kelebihannya adalah dia mempunyai partai yang bisa mengantarkannya  menjadi Capres. Diapun berwajah ganteng dan imut yang bisa jadi penarik bagi pemilih pemula. Tetapi, kelemahannya juga banyak. Dia dianggap belum mampu lepas dai bayangan nama besar Bapaknya. Diapun dianggap masih belum matang berpolitik dimana  kepemimpinannya sebagai ketua umum Partai Demokrat terus diganggu oleh Moeldoko yang berniat mengkudetanya.

Yang menarik dari pertarungan Pilpres 2024 nanti adalah jika Anies dan Ganjar ikut  bertarung. Anies adalah alumni HMI sedangkan Ganjar aalah Alumni GMNI. Yang unggul dari mereka berarti akan memimpin Indoenesia di masa depan, Saya berharap merekalah yag terpilih. Saatnya generasi muda memimpin negeri ini Yang tua sudahlah. Mari sama-sama banyak beribadah kepada Allah.

Lalu Anda akan memilih siapa? Masih cukup waktu untuk menentukan pilihan. Ayok ngupi dulu.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *