Indonesia Mendapat Batch Pertama Vaksin Dari Sinovac China

Sampai 1,2 juta dosis tiba, 1,8 juta sampai Januari
Bio Farma mendapatkan bahan baku 45 juta dosis buatan dalam negeri
Tantangan yang Dapat Menunda Peluncuran Vaksin di Asia

Gelombang pertama vaksin Covid-19 yang dipesan dari China Sinovac Biotech Ltd. tiba di Indonesia, menandai fase baru dalam perjuangan negara melawan wabah terparah di Asia Tenggara.

Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin tiba pada Minggu malam dan pemerintah memperkirakan akan menerima pengiriman lagi sebanyak 1,8 juta pada awal Januari, menurut Presiden Indonesia Joko Widodo. Sinovac juga akan mengirimkan bahan baku untuk 45 juta dosis, yang akan diproses oleh perusahaan farmasi negara Indonesia PT Bio Farma secara lokal, kata Widodo dalam sebuah pernyataan.

Selain Sinovac, pemerintah memiliki pesanan dengan setidaknya tiga pemasok vaksin lainnya, termasuk AstraZeneca Plc, yang suntikannya sedang dalam uji coba tahap akhir.

Prioritas Vaksin

Indonesia memiliki jumlah kasus tertinggi di Asia Tenggara dengan lebih dari setengah juta, dan lebih dari 17.000 orang meninggal karena penyakit tersebut. Pemerintah menargetkan untuk memberikan vaksinasi gratis bagi sebanyak 120 juta orang Indonesia dengan biaya setara dengan 0,5% hingga 1% dari produk domestik bruto hingga 2022, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bulan lalu.

Lebih dari
Melacak Vaksin Virus Corona yang Akan Mengakhiri Pandemi
A.S. Menyetujui Pfizer Jab sebagai Otorisasi Quicken: Pembaruan Virus
Kanada Siap Memulai Vaksinasi sebagai Dosis Dari Belgia
Moderna Mengatakan AS untuk Membeli 100 Juta Lebih Dosis Vaksin
Mereka yang berada di garis depan pandemi, termasuk petugas kesehatan, polisi, militer dan pegawai negeri, akan menerima 3 juta dosis pertama bulan ini. Setelah itu, pemerintah akan memprioritaskan mereka yang berusia 18 hingga 59 tahun tanpa penyakit penyerta, yang secara keseluruhan membutuhkan 246 juta suntikan.

Kedatangan vaksin Sinovac menggarisbawahi tantangan unik yang dihadapi oleh Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, dalam meluncurkan suntikan kepada populasi yang tersebar di sekitar 6.000 pulau. Dosis tersebut tiba di Jakarta pada Minggu tengah malam dan harus diangkut dengan truk berpendingin selama tiga jam perjalanan ke kota Bandung, hanya 150 kilometer (93 mil) jauhnya. Perjalanan tersebut kemungkinan akan memakan waktu lebih lama dan lebih kompleks untuk wilayah di luar pulau Jawa, yang memiliki infrastruktur paling kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *