Ada apa hingga 2 Yayasan Korporat Besar: Sampoerna dan Tanoto mendapatkan bantuan Rp 20 Miliar lebih dari Kemendikbud RI

Organisasi Penggerak merupakan salah satu program Merdeka Belajar yang digagas Mendikbud Nadiem Makarim. Fokus utama para ormas ini adalah peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Untuk menunjang program ini, Kemendikbud akan memberikan bantuan dana kepada 156 Ormas terpilih. Ormas ini harus meningkatkan kompetensi 50.000 guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD dan SMP di sepanjang 2020-2022.

Saat ini yang terjadi adalah Muhammadiyah dan NU, lembaga organisasi yang juga lolos program ini, sudah mengundurkan diri. Mereka mempertanyakan indikator kelolosan Ormas, termasuk lolosnya CSR yang seharusnya tidak boleh mendapat bantuan pendidikan.

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Lembaga Pendidikan Maarif Nahdatul Ulama (NU) memutuskan keluar dari Program Organisasi Penggerak. Kedua pihak pun sama-sama mengungkapkan bahwa ada kejanggalan dalam proses seleksi.

Menanggapi keputusan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghormati keputusan yang diambil PP Muhammadiyah dan Lembaga Pendidikan Maarif Nahdatul Ulama (NU). Pihaknya pun mengatakan tetap terus menjalin komunikasi dan koordinasi.

“Kemendikbud terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak sesuai komitmen bersama bahwa Program Organisasi Penggerak bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia,” ujar Kepala Biro Kerjasama dan Humas Kemendikbud, Evy Mulyani kepada wartawan

“Termasuk ada organisasi besar yang konon CSR suatu perusahaan, ada juga lembaga mungkin ada kedekatan dengan pejabat di dalam. Nah ini kita pertanyakan, apakah proses verifikasi dan seleksi ini transparan, bisa dipercaya” ujar DPR RI Komisi X

Ada kejanggalan di beberapa dari 156 lembaga pendidikan ormas yang nantinya akan mendapatkan hibah dana dari Kemendikbud, seperti ormas yang tidak jelas, hingga diduga perusahaan besar seperti Yayasan Putera Sampoerna dan Yayasan Bhakti Tanoto.

Mereka masuk Organisasi Penggerak dengan Kategori Gajah dan Macan. Dengan demikian Sampoerna Foundation maupun Tanoto Foundation masing-masing bisa mendapatkan anggaran lebih dari Rp 20 miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *